Langsung ke konten utama

Postingan

Menjadi Manusia Biasa

Saat mondok dulu, aku ingat salah satu ustadz pernah berkata dengan makna yang kurang lebih begini "Saya bisa lihat masa kesuksesan kalian di umur berapa." Terlepas apakah bener beliau bilang begitu karena emang tau atau cuma mau memperingatkan kami, saat itu, aku cuma mikir "Oh berarti ga semua orang akan berada 'di atas' terus." Akhir-akhir ini, aku mulai memikirkan kembali perkataan itu. Di saat aku merasa bukan lagi jadi pusat perhatian "dunia." Kini, aku merasa hanya menjadi seorang "manusia biasa." Dulu, aku senang sekali jadi pusat perhatian dengan cara menjadi juara kelas. Setiap tahun, aku selalu maju ke atas panggung dan meraih penghargaan. Ada kepuasan tersendiri ketika berhasil mencuri perhatian dengan prestasi. Tapi, saat aku berjalan semakin jauh, bertemu dengan beragam orang dari berbagai daerah dan negara, aku semakin sadar bahwa aku bukan siapa-siapa, hanya manusia biasa. Banyak sekali orang yang jauh lebih hebat dariku. ...

2024 yang Penuh Tantangan

Hai. Kata orang, jurnaling merupakan salah satu penghilang stres. Yes, and it's work for me.  Saat ini masih pertengahan tahun, tapi enam bulan pertama tahun ini sudah membuatku terseok-seok. Berbagai tekanan dari mulai pekerjaan, mengurus anak, hingga tugas akhir studi pascasarjana datang bertubi-tubi. Jangan tanya bagaimana liburan akhir semesterku. Karena sama sekali tidak ada agenda jalan-jalan di tahun ini. Liburan sekolah adalah masa untuk mengerjakan tesis dan mengejar berbagai rangkaian ujian akhir yang harus segera diselesaikan. Ketika ditinggal pergi suami selama 50 hari untuk haji, aku cukup tergopoh-gopoh karena harus pulang-pergi BSD-Bekasi, Ciputat-Bekasi untuk kerja dan mengurus kuliah. Saat itu, aku merasa menjadi guru yang tidak profesional. Bahkan aku juga mendapat teguran dari Kepala Sekolah. Aku bahkan sudah pasrah kalau sekiranya nanti kontrakku tidak diperpanjang. Puncak tersetres bagiku adalah mengerjakan tesis di saat menghadapi anak yang sedang GTM. Kondisi...

Aku yang Gagal

Hai! Entah siapapun yang kusapa kali ini! Tak masalah, aku hanya ingin meluapkan keluh kesahku. Karena saat ini aku sendirian, atau tepatnya berdua dengan bayiku yang sedang terlelap di ranjang. Aku sering curhat juga ke bayiku, meskipun saat aku menangis, entah kenapa dia malah tertawa. Oh, mungkin saja aku adalah salah satu sumber kebahagiaan baginya, jadi saat aku berbicara padanya, mengenai apapun itu, dia akan merasa senang. Tak apa, setidaknya ada orang yang bisa kujadikan teman curhat, meskipun tak bisa memberikan solusi apapun. Entah kenapa saat ini aku sedang merasa gagal dalam segala hal, mulai dari pekerjaan, studi, hingga gagal menjadi ibu dan istri yang baik. Penyebabnya, aku selalu melakukan banyak hal, semuanya jadi setengah-setengah. Tak ada yang benar-benar aku kuasai, tak pernah bisa totalitas melakukan suatu hal. Ya, multiperan atau multitasking memang aku sukai, tapi, pada beberapa kondisi, aku benar-benar merasa burnout . Aku berharap bisa sekuat ibuku, sumber insp...

Malang Night Paradise. Wisata Malam di Malang yang Overrated

Maret 2022 lalu aku berkesempatan mengunjungi Malang. Tentunya, ga asik kalau berkunjung ke suatu daerah tanpa melancong ke berbagai wisatanya. Dengan kekuatan referensi TikTok, akhirnya aku menemukan wisata malam, yaitu Malang Night Paradise. Malang Night Paradise termasuk wisata outdoor. Jadi kalau hujan, kamu akan kesulitan menikmati berbagai wahananya. Tempat ini tidak begitu luas. Kamu bisa langsung mengelilingi seluruh kawasannya dengan berjalan kaki santai. Waktu itu, kami ke sana saat sedang gerimis. Karena sayang kalau melewatkan malam di Malang tanpa jalan-jalan, jadi kami lanjutkan saja meskipun gerimis. Harga satu tiket masuk + wahana perahu waktu itu 90.000 perorang.  Apakah worth it? Buat kamu yang suka foto-foto, wisata ini cukup worth it. Tapi kalau aku pribadi "cukup sekali" aja ke tempat ini. Karena tempatnya ga luas dan wahananya pun sedikit banget, yang paling worth it cuma naik perahunya aja. Waktu itu aku dateng pas gerimis, jadi bener-bener sepi, naik p...

Perjalan Perempuan dalam Tiga Babak

Menikah 260222 Saat ijab kabul pernikahan diucapkan pada 26 Februari 2022 lalu, umurku baru saja menginjak 27 tahun 9 hari. Usia yang cukup matang bagiku untuk memulai berumah tangga. Meskipun belum bisa dikatakan juga bahwa aku sudah siap sepenuhnya. Sejak hari besar itu, aku sama sekali belum pernah panjang lebar membicarakan tentang pernikahan di media sosial. Sebab bagiku, pernikahan bukan hanya hari bahagia di tanggal undangan, ia adalah ibadah terpanjang seumur hidup. Meskipun sudah banyak mempelajari berbagai teori, namun pengalaman empiris belum tentu sama bukan? Bahkan hingga kini, aku belum bisa banyak mendefinisikan makna pernikahan, karena usia rumah tanggaku pun baru seumur pohon jagung. Aku menyadari betul bahwa pernikahan tak melulu berisi kebahagiaan. Maka aku pun tak bersikap begitu kegirangan sejak hari pernikahan, bahagia sewajarnya. Sebab ke depannya tentu akan banyak cobaan bukan?. Sebelum menikah, aku dan calon suami menyempatkan diri untuk sowan dan meminta wejan...

Perempuan Tak Harus Kerja, Tapi Harus Mandiri

Sebagian perempuan mungkin merasa lebih nyaman menjadi ibu rumah tangga tanpa harus mencari nafkah. Sebagian lainnya justru lebih senang bekerja dan berbaur di ruang publik. Bagiku, apapun pilihan seorang perempuan, tidak ada yang salah dengan hal itu, selama ia mampu menebarkan manfaat untuk orang-orang di sekitarnya. Ya, kuncinya adalah manfaat. Sebuah pepatah Arab berkata " Khairun naas anfa'uhum lin naas " (Sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat untuk sesama). Apakah menjadi ibu rumah tangga bermanfaat? Ya tentu bermanfaat dong. Ibu rumah tangga menjaga harta keluarga di rumah. Ibu rumah tangga menyiapkan semua kebutuhan anggota keluarga mulai dari makanan, minuman, pakaian, hingga kebersihan, dan lain-lain, bahkan mereka harus bekerja setiap hari, tanpa hari libur. Meskipun menjadi ibu rumah tangga baik, aku lebih memilih menjadi perempuan pekerja, tapi tanpa meninggalkan sepenuhnya urusan rumah tangga. Untungnya, suamiku pun sangat mendukungku untuk bekerja (ya...

Happy Birthday to Me!

Apa makna ulang tahun bagimu? Angka? Usia? Waktu?  Semakin lama, ulang tahun tak lagi terasa istimewa. Aku tidak lagi menunggu kue atau bunga, kado, atau sekadar ucapan dan doa. Apalagi mengumbarnya di social media.  Di ulang tahun kali ini, aku lebih memilih menghabiskan waktu sendiri. Bermunajat malam sambil berdoa kepada yang Maha Kuasa, membaca wirid dan al-Qur'an, kemudian bekerja seperti biasa. Tapi, aku juga berusaha membahagiakan diri sendiri. Membeli barang dan makanan yang kumau. Membaca buku di toko buku. Kemudian bercengkrama dengan diri sendiri. Hanya duduk di kafe dengan segelas minuman, lalu menulis di blog menggunakan laptop kesayanganku. Sendiri, sambil berusaha memahami isi hati. Saat usia semakin bertambah, kita mungkin akan bertanya-tanya. Apa sisa waktu hidup di dunia masih banyak? Atau justru sebentar lagi? Bukankah kita semua sedang berjalan menuju kematian? Menuju kehidupan seterusnya?  Semakin dewasa, aku terus berusaha untuk mandiri. Tidak mengga...

Soto Sampah Jogja, Beneran Enak atau Cuma Viral?

Saat berkunjung ke Jogja di pertengahan ke Desember 2022, aku berkesempatan makan di soto sampah. Sebelumnya, sekitar Maret 2022 lalu aku sudah pernah datang ke lokasi soto sampah ini di malam hari, karena katanya kuliner ini memang terkenal dikunjungi orang-orang di malam hari. Tapi sayang waktu itu justru warung makan ini sedang tutup. Nah ketika kemarin aku datang di siang hari, kebetulan lagi ga ada pembeli sama sekali, dua pembeli baru datang setelah aku mulai menyantap soto. Lokasi soto sampah ini cukup strategis, ga jauh dari tugu Jogja, tepatnya di Jl Kranggan No 2, Cokrodiningratan. Lokasinya juga sudah ada di map, jadi cukup buka map untuk menuntun kamu ke sini. Warung ini terbilang sederhana, di sana hanya ada dua meja dan kursi panjang. Kira-kira cukup untuk enam orang saja. Ketika sampai, kamu bisa langsung memesan soto dan minuman ke ibu dan bapak yang berjualan. Ada dua pilihan soto, soto ayam dan soto daging. Selain soto, ada juga nasi rames dengan berbagai jenis lauk p...

Am I a Good Teacher?

Pagi tadi, kepala sekolah mengumpulkan kami (religion teacher) untuk melakukan beberapa evaluasi, salah satunya adalah keselamatan siswa yang kadang terabaikan oleh guru. Tentu bukan hal yang disengaja, karena guru mungkin saja "kecolongan" karena tidak bisa mengontrol semua siswa. Siswa yang aktif bisa saja berlarian ke sana ke mari, terpentok ujung meja, bahkan saling memukul dan berkelahi.  Akan tetapi, di sisi lain, kepala sekolah juga mengapresiasi cara mengajarku yang "dianggap" berhasil mengontrol puluhan siswa untuk bisa memperhatikanku. Tapi, aku tidak langsung bisa "terbang" kegeeran karena mendapat satu pujian bukan? Dalam satu hari, ada kalanya aku "berhasil" mengajar di beberapa kelas. Tapi banyak juga kasus kegagalan yang aku alami, misalnya siswa merasa bosan, tidak fokus, atau bercanda dan berlarian di kelas. Alhasil, materi tidak bisa tersampaikan dengan baik. Semenjak hamil, entah kenapa perasaanku semakin sensitif. Pernah aku k...

Seni Memahami Perempuan

Perempuan memang rumit, ya betul, rumit banget. Kadang si perempuan itu juga bahkan nggak mengerti dengan dirinya sendiri. Tapi parahnya, laki-laki justru dituntut untuk bisa memahaminya haha.  Nah ini beberapa tips untuk menghadapi sikap perempuan yang membingungkan: Jangan menyalahkan, buatlah dia tenang Ketika seorang perempuan mengadukan suatu permasalahan, buatlah dia tenang, jangan langsung menyalahkan dan memojokkannya.  Misalnya, ketika seorang perempuan mengalami pelecehan seksual, jangan sampai kamu langsung menyalahkannya, misalnya dengan berkata "Kamu sih pakai pakaian seksi, kamu sih keluar malam sendirian, dan lain sebagainya." Dari pada menyalahkan, sebaiknya kamu tenangkan ia, misalnya, kalau dia menelpon kamu setelah peristiwa itu, ucapkan "Sekarang kamu di mana? Kamu ga apa-apa kan? Aku jemput ya." atau cukup berkata "Gapapa, sekarang kamu udah aman kok." dan lain sebagainya. Contoh lainnya, ketika pasanganmu bermimpi buruk tentangmu, lal...

Makan di Pagi Sore, Semahal Apa?

Seminggu lalu aku makan di restoran Pagi Sore BSD bersama suami. Sebelumnya, kami juga sudah pernah mencoba makan di Pagi Sore Cipete. Nah, kali ini aku mau sharing ke kalian tentang nasi padang Pagi Sore. Sebenernya Pagi Sore kayak gimana sih? Apa betul mahal sekali? Sebelum makan di Pagi Sore, kami memang sudah menyiapkan mental untuk mengeluarkan isi dompet. Gimana enggak, Pagi Sore memang dikenal dengan makanannya yang enak tapi harganya super melangit dibanding rumah makan padang lainnya. Dengan mental ini, kami jadi selalu kepikiran untuk ga ambil sembarang menu. Soalnya berbagai lauk yang disajikan beneran bikin ngiler semua haha. Cara makan di Pagi Sore Saat masuk ke restoran, kamu akan disambut oleh pegawai yang berseragam rapi. Ia akan menanyakan butuh tempat untuk berapa orang. Kamudian pegawai akan mengarahkan kita ke meja dan kursi sesuai jumlah customer. Berbagai menu akan langsung dihidangkan di atas meja tanpa kita minta. Tapi kita juga bisa request menu apa yang kita i...

"Mengajar: Keluar dari Zona Nyaman"

Miss, are you enjoying being a teacher? muridku tiba-tiba bertanya demikian di tengah jam pelajaran. Aku tersenyum, kemudian menjawab "No" sambil tertawa kecil, agar ia menganggap itu hanya bualan semata. Baru kali ini ada yang bertanya tentang perasaanku mengajar. Entah mengapa muridku bertanya demikian. Mungkin kala itu wajahku terlihat kurang mood mengajar. Sejak dahulu, menjadi guru memang bukan cita-citaku. Bahkan aku pun sengaja tidak mengambil pendidikan keguruan. Tapi, siapa yang bisa menduga jalur rezeki? Aku hanya mencoba memanfaatkannya dengan berniat mengasah kemampuan dan pengetahuanku.   Jalan rezeki memang datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Ingat sekali di suatu hari aku pernah berkata ke suami "Mas, pengen deh punya kegiatan yang rutin, yang waktunya tetap." Ucapan itu keluar dari mulutku lantaran bosan di rumah terus. Meskipun aku sudah punya pekerjaan, tapi Work from Home lama-lama jadi membosankan bagiku.  Siapa sangka, aku yang menghin...

Sudahkah Kita Mendapatkan Keberkahan dalam Hidup?

Ketika membaca teks-teks keagamaan, kita akan sering menemukan kata "berkah." Kita mungkin bisa membaca dengan mudah maknanya, bahwa berkah adalah kebaikan yang bertambah. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, sudahkah kita perhatikan, "Apakah hidup saya sudah mendapat keberkahan?" "Apa keberkahan yang saya dapatkan?" "Apakah keberkahan rezeki? Keberkahan ilmu? Keberkahan usia? atau yang lainnya?" Beberapa hari ini, saya memikirkan, "Apakah saya sudah mendapatkan keberkahan dalam hidup?" Lalu, malam kemarin saya diingatkan nikmat Allah melalui pemberian sembako dari salah satu anggota Majelis Taklim. Di hari sebelumnya, begitu melihat box beras yang hampir kosong, saya bilang ke suami "Mas, beras udah mau habis." Lalu, keesokan malamnya, ternyata saya langsung dapat sembako (yang di dalamnya sudah termasuk beras 5 kg dan minyak goreng 2 liter). Alhamdulillah, baru aja kemarin bilang beras hampir habis. Hari ini sudah bisa refill...

Facial di Natasha, Berapa Harganya? Apakah Worth it?

Jumat 15 Juli 2022 lalu aku berkesempatan facial di Natasha Skin Clinic Center Bintaro. Ada tiga pilihan facial: brightening, acne, dan satu lagi aku lupa wkwk. Karena waktu itu kebetulan lagi jerawatan. Aku pilih facial acne.  Berhubung lagi ga banyak pengunjung, aku jadi ga nunggu lama. Setelah daftar, sekitar 5 menit kemudian langsung dipanggil. Kalau lagi ramai, kita bisa nunggu 30 menit sampai 1,5 jam, karena ruang dan jumlah dokternya terbatas. Harga facial acne di Natasha Rp250.000. Waktu itu lagi ga ada promo. Tapi aku dapet diskon member 10%, jadi harganya sekitar 225.000. Berhubung ada PPN sebesar 24.750, jadi ya harganya hampir 250 ribu juga hehe.   Ini harga perawatan sama pembelian beberapa produk Setiap treatment di Natasha, kita akan dapet stick disposible sponge yang akan digunakan selama perawatan. Meskipun perawatan wajah, itu udah include massage punggung. Jadi kita bakal diminta untuk ganti baju pakai kemben supaya memudahkan buat dipijat. Ruangan treatment...

Setelah Menikah Kita Otomatis Bisa Masak, Masa Iya?

Pernah dengar ungkapan orang-orang yang bilang "Setelah menikah, kita (khususnya istri) bakal bisa masak? Sejak dulu, aku ga percaya kalau nikah bisa menjadikan seseorang langsung bisa masak. Masa iya, dengan ijab kabul kita tiba-tiba dapat kekuatan pinter masak. Di hidup ini ga ada yang instan. Masak mie instan aja ga instan kok, alias ada proses masaknya biar dia bisa jadi enak.  Jujur, masak adalah salah satu pekerjaan domestik yang paling tidak aku minati. Karena aku bisa menghabiskan waktu yang sangat lama di dapur hanya untuk menyajikan satu hidangan. Ditambah, hasilnya pun masih belum jelas. Apakah masakanku akan enak? atau failed . Kalau sampai gagal, sungguh sayang sekali bahan makanan dan waktuku :(  Dari pada menghabiskan waktu di dapur, aku lebih suka produktif di depan laptop. Soalnya hasilnya bisa jadi cuan hehe. (Meskipun di dapur juga bisa menghasilkan uang -buat yang masakannya enak tentu-). Lalu apakah dengan menikah kita langsung otomatis bisa masak? Tentu t...

Warung Sate Gebug Malang, Kuliner Legendaris Sejak 1920

Mencari kuliner legendaris Malang? Warung Sate Gebug Malang bisa jadi salah satu opsi kamu. Telah berdiri sejak 1920, Warung Sate Gebug Malang hingga kini masih mempertahankan cita rasa dan suasana tradisionalnya.  Lokasi Warung Sate Gebug ini cukup strategis. Berada di kawasan Malang kota. Tepatnya di Jl Jenderal Basuki Rahmat, Klojen, persis di pinggir jalan besar dan di samping Mc Donald.  Secara sekilas, tempat makan ini memang tidak begitu terlihat lantaran hanya berupa bangunan satu lantai dengan tempelan banner kecil di depannya. Di dalamnya pun hanya tersedia beberapa meja dan kursi saja. Sehingga tidak dapat menampung banyak orang. Mungkin hanya sekitar 30-40 orang saja. Meskipun demikian, tempat ini merupakan bangunan peninggalan Belanda loh. Warung sate ini juga dicat dengan warna hijau dan kuning, menampakkan kesan tradisional dan khas "jadulnya." Oya, bangunan ini juga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Ini harga menu Warung Sate Gebug Maret 2022. Maaf fotony...

Soto Kerbo Bu Djatmi, Makanan Legendaris Khas Kota Kudus

Berkunjung ke Kota Kudus tak lengkap rasanya tanpa mencicipi kuliner khasnya. Salah satu makanan yang patut kamu coba di Kota Kretek ini adalah soto kerbau. Nah, Soto Kerbo Bu Djatmi bisa jadi pilihanmu. Berlokasi di Jl. Kyai Wahid Hasyim No 43, Magersari, Panjunan, Warung Sederhana Bu Djatmi menyediakan soto ayam dan soto kerbau. Harga satu porsi soto ayam/soto kerbo Bu Djatmi hanya Rp15.000. Itu pun sudah termasuk nasi di dalamnya. (Oya, tidak ada opsi nasi dipisah). Semangkuk soto kerbo Bu Djatmi berisi potongan daging kerbau, tauge, nasi, dan sayuran.  Kuah soto kerbau ini kental dan berwarna kecokelatan, rasanya gurih dan manis. Kamu bisa tambahkan sambal dan jeruk limau agar rasanya semakin segar. Daging kerbaunya empuk, tidak keras dan tidak alot. Sangat enak dinikmati di segala waktu dan cuaca. Untuk sajian pelengkap, kamu juga bisa menambahkan berbagai macam hidangan lain seperti tahu-tempe goreng, sate telur puyuh, sate jeroan, kerupuk dan lain sebagainya. Oya, merebaknya...

9 Keunikan Batam, Kota di Kepulauan Riau

Awal Mei 2022, aku berkesempatan mudik ke kediaman mertuaku di Kota Batam, Kepulauan Riau. Sebagai anak daratan Jawa, berkunjung ke luar pulau adalah pengalaman menarik bagiku. Saat berkunjung ke Batam, ada beberapa culture shock yang aku temukan. Namun ini jadi keistimewaan tersendiri bagi pulau yang bersebrangan dengan Singapura ini. Beberapa keunikan yang aku temukan di antaranya: 1. Tidak boleh menggali sumur Sebagai daerah kepulauan, masyarakat Batam dilarang mengebor sumur untuk mengambil air bersih. Karena pembuatan sumur dapat menimbulkan dampak negatif bagi pulau kecil yang dikelilingi lautan ini, misalnya penurunan muka air tanah. Masyarakat biasanya mendapatkan air bersih dari hasil suling air danau. Maka dari itu, jika kamu perhatikan, air di Batam akan terasa sedikit berbau kaporit.  2. Tanah merah Saat pertama kali melihat dataran Batam dari atas pesawat, terlihat jelas bahwa tanah di Batam berwarna merah bata.   3. Hak Guna Tanah Tanah di Batam adalah milik pem...

Mengapa Menikah?

 "Teh, kenapa teteh memutuskan buat nikah?" tanya kawanku saat aku baru saja duduk di sofa kantornya. ("Teteh" memang sapaan akrab kawan-kawanku di kampus. Tapi kemudian merambat ke tempat lain).  "Hmm, kenapa ya. Karena menurutku udah waktunya aja." jawabku seadanya.  Menikah memang bukan keputusan yang mudah. Bahkan sampai saat ini aku masih "seperti belum percaya" kalau sudah menikah. Aku memang sudah lama mengenal suamiku. Tapi untuk menjalani bahtera rumah tangga, itu soal lain.  Keputusan untuk berumah tangga bukan diambil karena emosi sering ditanya "Kapan nikah?" Bukan juga karena usia yang semakin bertambah. Keputusan menikah harus didasarkan pada kesadaran dan kesiapan penuh dari diri sendiri.  Ada begitu banyak hal yang harus kita pertimbangkan sebelum menikah, dari mulai kesiapan fisik, materi, hingga psikis. Yang perlu diperhatikan pula, menikah bukan hanya menjalin hubungan dengan suami/istri, tetapi juga mertua dan antar ...

Bahagia

Apa itu bahagia? Pertanyaan itu baru saja hinggap di kepalaku.  Jam sudah menunjukkan pukul 03.07 WIB, tapi mataku masih sulit terlelap. Padahal aku sudah mencoba tidur sejak pukul 23.00 WIB. Menyelesaikan pekerjaan sudah, membaca buku pun sudah, mendengar murattal juga sudah, main game pun demikian, scrolling media sosial tentu saja sudah, tapi pikiranku masih belum bisa diajak istirahat. Terlalu banyak hal yang tiba-tiba terpikirkan, semua keraguan, semua ketidakpastian dan segala kekhawatiran di masa mendatang. Tak ada yang mendengarkanku (kecuali tuhan). Aku hanya sendirian di sepertiga malam yang mulai diguyur hujan. Maka kucoba menuliskan semua keresahan ini di blogku. Mungkin bisa sedikit menenangkanku. Apa itu bahagia? Bagaimana meraihnya? Apa harus mendapat banyak harta? Harus meraih gelar tinggi? Harus mendapatkan pasangan tampan dan kaya? Atau apa? Katanya, menikah bisa membuatmu bahagia. Benarkah? Dahulu, menikah memang kunanti-nantikan. Tapi menjelang pernikahan, ada b...