Langsung ke konten utama

Bahagia

Apa itu bahagia? Pertanyaan itu baru saja hinggap di kepalaku. 

Jam sudah menunjukkan pukul 03.07 WIB, tapi mataku masih sulit terlelap. Padahal aku sudah mencoba tidur sejak pukul 23.00 WIB. Menyelesaikan pekerjaan sudah, membaca buku pun sudah, mendengar murattal juga sudah, main game pun demikian, scrolling media sosial tentu saja sudah, tapi pikiranku masih belum bisa diajak istirahat. Terlalu banyak hal yang tiba-tiba terpikirkan, semua keraguan, semua ketidakpastian dan segala kekhawatiran di masa mendatang.

Tak ada yang mendengarkanku (kecuali tuhan). Aku hanya sendirian di sepertiga malam yang mulai diguyur hujan. Maka kucoba menuliskan semua keresahan ini di blogku. Mungkin bisa sedikit menenangkanku.

Apa itu bahagia? Bagaimana meraihnya? Apa harus mendapat banyak harta? Harus meraih gelar tinggi? Harus mendapatkan pasangan tampan dan kaya? Atau apa?

Katanya, menikah bisa membuatmu bahagia. Benarkah? Dahulu, menikah memang kunanti-nantikan. Tapi menjelang pernikahan, ada banyak sekali hal yang justru mulai kutakutkan. Bukankah hidupku akan banyak berubah setelah menikah nanti? Apa aku akan dapat banyak tuntutan nanti? 

Aku memang tak ragu pada calon suamiku. Meskipun ia tidak sempurna, tapi aku bisa menerima dia apa adanya. Aku juga tahu, dia orang yang sangat gigih dan sangat bersungguh-sungguh. Hampir semua hal bisa dilakukannya. Tapi masalahnya, menikah bukan hanya menyatukan dua insan, tapi dua keluarga. Di hari-hari menjelang pernikahan, semua kekurangan itu benar-benar jadi terasa. :(  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

As-Sam'iyyat

As-Sam’iyyaat Temen-temen pernah denger istilah As-sam’iyyat? Mungkin sebagian dari kita udah nggak asing lagi dengan istilah ini, As-Sam’iyyat merupakan perkara yang tidak dapat digambarkan dengan pancaindera manusia dan hanya dapat diketahui melalui al-quran dan al-hadis. Adapun perkara-perkara yang termasuk as-sam’iyyat adalah alam kubur, hari kiamat, malaikat, jembatan sirath, padang mahsyar, surga dan neraka. Bahkan, jin, dan setan juga merupakan perkara as-sam’iyyat karena kita tidak dapat melihatnya dengan kasat mata kecuali dengan kekuasaan Allah. Kita sebagai umat muslim wajib untuk meyakini akan adanya as-sam’iyyat walaupun hal tersebut hanya dapat kita dengar dari al-quran dan hadits. Dalil kewajiban beriman dengan perkara sam’iyat seperti yang Allah firmankan di dalam Al-quran : الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebah

Ibnu Qutaibah dan Ilmu Musykil al-Qur’an: Dialektika antara Akal dan Teks

Pendahuluan Al-Qur’an telah diturunkan oleh Allah Swt dengan jelas dan terperinci, kandungannya benar dan jauh dari kesalahan. Apabila manusia yang membuat a l-Qur’an, tentu saja ada berbagai pertentangan di dalamnya. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat al -Nisa ayat 82: أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا “ Maka apakah mereka tidak memperhatikan al- Qur ’ an? Kalau kiranya al- Qur ’ an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat i pertentangan yang banyak di dalamnya. ” (QS. Al-Nisa’: 82) Oleh karena itu, para ulama menggunakan kata “musykil” pada ilmu al-Qur’an ( musykil al-qur’an ), bukan mukhtalaf sebagaimana yang digunakan dalam pembahasan ilmu hadis ( mukhtalaf al-hadits ). Hal ini dikarenakan a l-Qur’an adalah haq , tidak ada pertentangan di dalamnya, berbeda dengan hadis yang masih bisa diperdebatkan. Meskipun demikian, tidak semua ayat a l-Qur’an dapat dipahami secara lang

Sunnah-Sunnah Sholat Menurut para Imam Madzhab

Shalat merupakan  kewajiban seorang muslim kepada Tuhannya, Allah. Ibadah inilah yang paling pertama akan dihisab di akhirat kelak, sebagaimana sabda Rasulullah Saw: إِنَّ أَوَّلَ مَايُحَاسَبُ بِهِ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلاة “Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah sholatnya.” Nah, sudahkah kita memahami betul perkara-perkara sholat? Kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu yang pernah saya pelajari ketika belajar di TMI Pesantren Modern Daarul Uluum Lido dalam kitab “Al-Fiqhu ‘alaa Madzaahibil Arba’ah” (Imam Syafi’i, Imam Maliki, Imam Hanifah dan Imam Hanbali) karya Abdurrahman Al-Jaziri. Terkadang kita menyepelekan dan mengabaikan perkara-perkara sunnah dalam sholat, memang kita tidak berdosa jika meninggalkan perkara sunnah, namun hal ini tentu akan merugikan kita. Menurut Imam Syafi’i dan Hanbali Sesungguhnya barangsiapa yang meninggalkan sunnah-sunnah shalat, Allah SWT tidak membe