Langsung ke konten utama

Postingan

Perempuan Tak Harus Kerja, Tapi Harus Mandiri

Sebagian perempuan mungkin merasa lebih nyaman menjadi ibu rumah tangga tanpa harus mencari nafkah. Sebagian lainnya justru lebih senang bekerja dan berbaur di ruang publik. Bagiku, apapun pilihan seorang perempuan, tidak ada yang salah dengan hal itu, selama ia mampu menebarkan manfaat untuk orang-orang di sekitarnya. Ya, kuncinya adalah manfaat. Sebuah pepatah Arab berkata " Khairun naas anfa'uhum lin naas " (Sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat untuk sesama). Apakah menjadi ibu rumah tangga bermanfaat? Ya tentu bermanfaat dong. Ibu rumah tangga menjaga harta keluarga di rumah. Ibu rumah tangga menyiapkan semua kebutuhan anggota keluarga mulai dari makanan, minuman, pakaian, hingga kebersihan, dan lain-lain, bahkan mereka harus bekerja setiap hari, tanpa hari libur. Meskipun menjadi ibu rumah tangga baik, aku lebih memilih menjadi perempuan pekerja, tapi tanpa meninggalkan sepenuhnya urusan rumah tangga. Untungnya, suamiku pun sangat mendukungku untuk bekerja (ya...

Happy Birthday to Me!

Apa makna ulang tahun bagimu? Angka? Usia? Waktu?  Semakin lama, ulang tahun tak lagi terasa istimewa. Aku tidak lagi menunggu kue atau bunga, kado, atau sekadar ucapan dan doa. Apalagi mengumbarnya di social media.  Di ulang tahun kali ini, aku lebih memilih menghabiskan waktu sendiri. Bermunajat malam sambil berdoa kepada yang Maha Kuasa, membaca wirid dan al-Qur'an, kemudian bekerja seperti biasa. Tapi, aku juga berusaha membahagiakan diri sendiri. Membeli barang dan makanan yang kumau. Membaca buku di toko buku. Kemudian bercengkrama dengan diri sendiri. Hanya duduk di kafe dengan segelas minuman, lalu menulis di blog menggunakan laptop kesayanganku. Sendiri, sambil berusaha memahami isi hati. Saat usia semakin bertambah, kita mungkin akan bertanya-tanya. Apa sisa waktu hidup di dunia masih banyak? Atau justru sebentar lagi? Bukankah kita semua sedang berjalan menuju kematian? Menuju kehidupan seterusnya?  Semakin dewasa, aku terus berusaha untuk mandiri. Tidak mengga...

Soto Sampah Jogja, Beneran Enak atau Cuma Viral?

Saat berkunjung ke Jogja di pertengahan ke Desember 2022, aku berkesempatan makan di soto sampah. Sebelumnya, sekitar Maret 2022 lalu aku sudah pernah datang ke lokasi soto sampah ini di malam hari, karena katanya kuliner ini memang terkenal dikunjungi orang-orang di malam hari. Tapi sayang waktu itu justru warung makan ini sedang tutup. Nah ketika kemarin aku datang di siang hari, kebetulan lagi ga ada pembeli sama sekali, dua pembeli baru datang setelah aku mulai menyantap soto. Lokasi soto sampah ini cukup strategis, ga jauh dari tugu Jogja, tepatnya di Jl Kranggan No 2, Cokrodiningratan. Lokasinya juga sudah ada di map, jadi cukup buka map untuk menuntun kamu ke sini. Warung ini terbilang sederhana, di sana hanya ada dua meja dan kursi panjang. Kira-kira cukup untuk enam orang saja. Ketika sampai, kamu bisa langsung memesan soto dan minuman ke ibu dan bapak yang berjualan. Ada dua pilihan soto, soto ayam dan soto daging. Selain soto, ada juga nasi rames dengan berbagai jenis lauk p...

Am I a Good Teacher?

Pagi tadi, kepala sekolah mengumpulkan kami (religion teacher) untuk melakukan beberapa evaluasi, salah satunya adalah keselamatan siswa yang kadang terabaikan oleh guru. Tentu bukan hal yang disengaja, karena guru mungkin saja "kecolongan" karena tidak bisa mengontrol semua siswa. Siswa yang aktif bisa saja berlarian ke sana ke mari, terpentok ujung meja, bahkan saling memukul dan berkelahi.  Akan tetapi, di sisi lain, kepala sekolah juga mengapresiasi cara mengajarku yang "dianggap" berhasil mengontrol puluhan siswa untuk bisa memperhatikanku. Tapi, aku tidak langsung bisa "terbang" kegeeran karena mendapat satu pujian bukan? Dalam satu hari, ada kalanya aku "berhasil" mengajar di beberapa kelas. Tapi banyak juga kasus kegagalan yang aku alami, misalnya siswa merasa bosan, tidak fokus, atau bercanda dan berlarian di kelas. Alhasil, materi tidak bisa tersampaikan dengan baik. Semenjak hamil, entah kenapa perasaanku semakin sensitif. Pernah aku k...

Seni Memahami Perempuan

Perempuan memang rumit, ya betul, rumit banget. Kadang si perempuan itu juga bahkan nggak mengerti dengan dirinya sendiri. Tapi parahnya, laki-laki justru dituntut untuk bisa memahaminya haha.  Nah ini beberapa tips untuk menghadapi sikap perempuan yang membingungkan: Jangan menyalahkan, buatlah dia tenang Ketika seorang perempuan mengadukan suatu permasalahan, buatlah dia tenang, jangan langsung menyalahkan dan memojokkannya.  Misalnya, ketika seorang perempuan mengalami pelecehan seksual, jangan sampai kamu langsung menyalahkannya, misalnya dengan berkata "Kamu sih pakai pakaian seksi, kamu sih keluar malam sendirian, dan lain sebagainya." Dari pada menyalahkan, sebaiknya kamu tenangkan ia, misalnya, kalau dia menelpon kamu setelah peristiwa itu, ucapkan "Sekarang kamu di mana? Kamu ga apa-apa kan? Aku jemput ya." atau cukup berkata "Gapapa, sekarang kamu udah aman kok." dan lain sebagainya. Contoh lainnya, ketika pasanganmu bermimpi buruk tentangmu, lal...

Makan di Pagi Sore, Semahal Apa?

Seminggu lalu aku makan di restoran Pagi Sore BSD bersama suami. Sebelumnya, kami juga sudah pernah mencoba makan di Pagi Sore Cipete. Nah, kali ini aku mau sharing ke kalian tentang nasi padang Pagi Sore. Sebenernya Pagi Sore kayak gimana sih? Apa betul mahal sekali? Sebelum makan di Pagi Sore, kami memang sudah menyiapkan mental untuk mengeluarkan isi dompet. Gimana enggak, Pagi Sore memang dikenal dengan makanannya yang enak tapi harganya super melangit dibanding rumah makan padang lainnya. Dengan mental ini, kami jadi selalu kepikiran untuk ga ambil sembarang menu. Soalnya berbagai lauk yang disajikan beneran bikin ngiler semua haha. Cara makan di Pagi Sore Saat masuk ke restoran, kamu akan disambut oleh pegawai yang berseragam rapi. Ia akan menanyakan butuh tempat untuk berapa orang. Kamudian pegawai akan mengarahkan kita ke meja dan kursi sesuai jumlah customer. Berbagai menu akan langsung dihidangkan di atas meja tanpa kita minta. Tapi kita juga bisa request menu apa yang kita i...

"Mengajar: Keluar dari Zona Nyaman"

Miss, are you enjoying being a teacher? muridku tiba-tiba bertanya demikian di tengah jam pelajaran. Aku tersenyum, kemudian menjawab "No" sambil tertawa kecil, agar ia menganggap itu hanya bualan semata. Baru kali ini ada yang bertanya tentang perasaanku mengajar. Entah mengapa muridku bertanya demikian. Mungkin kala itu wajahku terlihat kurang mood mengajar. Sejak dahulu, menjadi guru memang bukan cita-citaku. Bahkan aku pun sengaja tidak mengambil pendidikan keguruan. Tapi, siapa yang bisa menduga jalur rezeki? Aku hanya mencoba memanfaatkannya dengan berniat mengasah kemampuan dan pengetahuanku.   Jalan rezeki memang datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Ingat sekali di suatu hari aku pernah berkata ke suami "Mas, pengen deh punya kegiatan yang rutin, yang waktunya tetap." Ucapan itu keluar dari mulutku lantaran bosan di rumah terus. Meskipun aku sudah punya pekerjaan, tapi Work from Home lama-lama jadi membosankan bagiku.  Siapa sangka, aku yang menghin...