Langsung ke konten utama

Postingan

Biasakanlah Menolong Sesama, Sekecil Apapun Pertolongan Itu

Sore ini aku galau sendirian di taman kecil sebuah mall. Baru saja membuka laptop untuk menulis, tiba-tiba seorang pria berkacamata menghampiriku. Ia mengaku mahasiswa Universitas Pancasila (UP). Ia berkeliling dari meja ke meja, berjualan bolpoin untuk menggalang dana sebuah acara organisasinya. “Kak boleh minta waktunya buat ngobrol sebentar?” Ia bertanya Aku mengangguk sambil tersenyum. Kemudian mempersilahkannya duduk. Ia mulai menyebutkan namanya, asal kampusnya, nama organisasinya, serta maksud dan tujuannya.  Setelah menjelaskan panjang lebar, akhirnya aku membeli sebuah bolpoin karakter. Kupilih bolpoin hijau dengan karakter baby groot, si makhluk akar mungil yang berhasil mengingatkanku pada seseorang yang entah bagaimana kabarnya sekarang. Melihat usaha mahasiswa itu, aku jadi teringat beberapa bulan silam, saat sedang freelance kerja sebagai tim survei di Bandara Soekarno Hatta. Sungguh, mencari responden tidak mudah. Tidak banyak orang yang mau digang...

Pentingnya Self Healing dan Memahami Diri Sendiri

Air mataku tiba-tiba merembes, tak bisa kutahan meskipun sedang berada dalam keramaian. Tapi aku tetap bodo amatan, lagi pula aku berada di tengah-tengah masyarakat metropolitan, tidak akan ada yang bertanya dan peduli dengan keadaan sekitarnya. Menyendiri, menangis dan menulis, itulah caraku menenangkan diri sendiri, ya self healing. Self healing itu penting banget, karena hidup kita tentu aja ga pernah lurus-lurus aja kan? Pasti ada masalah. Untuk bisa self healing tentu aja kita harus mengerti diri kita sendiri. Siapa kita? Apa tujuan hidup kita? Bagaimana mengontrol diri saat marah? Bagaimana menyembuhkan hati saat kecewa dan sedih? So here I am , duduk di kursi pelataran mall dengan gemerlap lampu taman, juga musik klasik yang memecah kesunyian, menyendiri di tengah keramaian malam ibu kota. Jari-jariku menari menekan keyboard laptop, mencurahkan semua isi hati. Menulis selalu bisa membuatku merasa lebih baik, setidaknya aku tidak perlu memendam rasa sedihku s...

Problematika Perempuan, dari Kecantikan Hingga Pekerjaan

"Fera kamu gemuk banget sih, kurangin makannya dong!" ucap seniorku di kantor. Jleb , hatiku rasanya langsung tertusuk, tapi aku hanya tertawa dan berkata "Iya, siap Mami." Dengan segera aku masuk ke ruang kerjaku, menghindari pembicaraan yang bisa semakin panjang dan menyakitkan, tentu juga menahan malu karena di aula tadi cukup banyak orang. Sebelumnya, Mami juga pernah menyindir dengan perkataan yang lebih halus. Awalnya aku iseng menggoda Mami agar mau menggunakan kerudung, tapi ia malah menjawab "Ah elu nyuruh gue pake kerudung. Elu belum gue marahin aja pake baju gede-gede mulu, kayak orang hamil tau engga." Cukup jleb, ya tapi ga sakit hati juga hehe. Toh aku memang sering pakai baju yang longgar, dan emang pernah disangka hamil juga masa. :(   Pernah suatu ketika aku beli es alpukat kocok, sang ibu penjual tiba-tiba bertanya "Lagi hamil ya neng?" Aku jawab aja "Engga bu, saya aja belum nikah, hehe." Saat itu aku e...

Mencicipi Gulai Tikungan (Gultik) Blok M

Cari kuliner malam dengan suasana asik? Coba deh kamu berjalan-jalan di sekitar kawasan Blok M. Ada gulai tikungan (Gultik) di sepanjang jalan Blok M. Lokasinya di perempatan Blok M, di sebrang Plaza Blok M dan Bakso Boedjangan. Suasana malam di sini rame banget, mirip di Malioboro, tapi KW 4 lah hehe. Bedanya di sini cuma ada Gultik dan beberapa jajanan lain aja, ga sebanyak di Malioboro. Ada beberapa penjual Gultik, kayaknya sih ini ownernya satu. Nah porsi nasinya segini gais, nanti gulainya langsung disiramin ke nasi. Satu porsi Gultik harganya Rp10.000. Porsinya ga terlalu banyak, mirip nasi kucing hehe. Untuk rasa menurutku standar aja sih, ga terlalu khas. Tapi dagingnya empuk, lumayan enak lah gulainya, apalagi ditambah kriuk-kriuk kerupuk dan guyuran sambel yang pedes mantap. Ada beragam sate juga di sini, dari mulai sate telor puyuh, sate ati ampela, sate paru, sampai sate telur ayam goreng. Kalau kalian ke sini pas lagi laper banget kayaknya...

Bermalam di GG House Happy Valley Bogor

Di kesempatan kali ini aku mau menceritakan pengalamanku bermalam di GG House Happy Valley Bogor. Aku bermalam di villa ini saat mengikuti acara BRIDGE (Building Resilience of Indonesian Girls Agains Violent Extremism) yang diselenggarakan oleh Campaign dan Search for Common Ground. BRIDGE merupakan acara semacam training dan workshop gitu, diikuti oleh 20 orang peserta. SUASANA Konsep villa ini tradisional banget, lantainya masih menggunakan kayu. Berbagai aksesorisnya juga terbuat dari kayu, ada juga beberapa lukisan yang menggambarkan alam dan kebudayaan Indonesia. Pokoknya serasa kembali ke alam. Koleksi wayang di lantai atas Ruang tengah di depan kamar. Cocok buat ngumpul dan ngerumpi cantik Di sekitar kita banyak pepohonan jadi super adem. Selain itu ada sungai dan kolam di dekat sini, jadi kita bisa denger gemericik air dan rasanya benar-benar back to nature .  FASILITAS Namanya juga GG House, jadi konsepnya tentu aja seperti rumah gitu, ada dua...

Menenun Rindu

Malam ini lagi-lagi kutenun rindu. Di tengah dinginnya udara Megamendung yang menusuk kulit dan tulangku. Ah, jarak memang selalu menyisakan rindu, bahkan di kala dekat pun aku tetap rindu. Tak peduli seramai apapun keadaan di sekelilingku, rindu tak pernah mau diajak bernegosiasi. Rindu tak segan-segan berubah menjadi rasa cemburu. Kabar buruknya, kecemburuan itu seringkali mengubahku menjadi pemarah dan kekanak-kanakan. Sebaliknya, ia tak pernah mau mencoba memahami kemauanku. Bukannya wanita selalu ingin dimengerti? Jika sudah emosi karena rindu, amarah tak pernah bisa kutahan jika melihat orang lain asyik bersamanya. Sedangkan aku terpisah dengan jarak dan terbelenggu rindu. Kini, aku baru menyadari bahwa aku sangatlah egois. Ah tapi cinta memang selalu egois. Ya, sungguh egois. Tapi egois adalah cara cinta menjaga. Bukankah kita semua takut kehilangan? Malam ini lagi-lagi kutenun rindu, untukmu. Semoga segera dapat kulihat wajahmu, juga mendengar kabar darimu, meski h...

Makan dan Berfoto di Miss Unicorn Cafe Bekasi

Kamu pecinta unicorn? Kalau gitu jangan sampai melewatkan berkunjung ke Cafe Unicorn. Cafe Unicorn memang lagi hits di berbagai daerah, salah satunya kamu bisa temuin di daerah Jatisampurna, Bekasi. Selain menyediakan berbagai jenis makanan, Cafe Unicorn juga menyediakan spot foto yang bagus bagi pelanggan. Menu di cafe ini terbilang cukup mahal, tapi masih terjangkau, harganya kisaran 20-60 ribu. Tenang aja, rasanya enak dan ga mengecewakan kok, sesuai sama harganya. Ini beberapa menu yang aku pesen: Nasi goreng Ayam suwir sambal matah Spaghetti Kalau ke sini cocok banget bawa anak-anak kecil, karena di sekeliling kita banyak boneka-boneka unicorn. Ini di lantai 2 ya, ada spot foto yang lebih bagus lagi di lantai 3, hanya saja untuk ke lantai 3 kita harus menggunakan kaus kaki, karena lantainya pakai karpet, jadi buat menjaga kebersihan pengunjung harus memakai kaus kaki. Di lantai atas juga ada kasur unicorn dan tenda unicorn, lucu banget poko...