Langsung ke konten utama

Postingan

Dia Tak Pernah Mengenal Rindu

Hari-hariku tersiksa Ibu Menahan rasa yang aku tak tahu Aku terperangkap di dalamnya Sayangnya aku tak bisa kembali lagi Bagiku sudah cukup menyiksa hati dengan rindu Malam ini kuputuskan untuk tak lagi ku sapa kata itu Malam ini kupaksa ia terkubur dalam di lipatan malam Aku harus bangkit Meskipun hati tetap saja tak mau berdamai Ada rasa hilang dalam relungku Tapi, untuk apa merasa kehilangan atas apa yang tak pernah menjadi milikku seutuhnya? Dia bahkan tak pernah mengenal rindu Juga tak pernah menyapa rinduku Maka, mulai malam ini semua kuserahkan pada-Mu

Gulai Hits Pintu Doraemon

"Teh ayo makan gulai di pesanggrahan", ajak kawanku. "Gulai? Enak kah?" tanyaku "Ih enak banget, pokoknya belum hits kalau belum makan ini" jawabnya. Teman-temanku mulai berjalan menuju pintu doraemon (sebutan untuk pintu kecil di samping kampus, pintu itu menghubungkan ke jalan yang di sampingnya berjajaran tukang dagang kaki lima), aku ikuti, namun saat ingin memesan ternyata ada seseorang yang sudah menungguku di tempat makan lainnya. Maka, aku pun memutuskan untuk tidak gabung makan gulai dulu. Keesokan harinya aku jadi penasaran dengan gulai itu, ditambah teman-teman yang selalu meledek "Ih teteh ke mana aja, udah kuliah 4 tahun tapi ga pernah makan gulai pintu doraemon". Aku hanya tertawa. Beberapa kali aku mengajak temanku untuk makan gulai, tapi tak ada waktu tepat. Maka rasa penasaranku belum juga dapat terobati. Barulah tadi siang aku bisa memenuhi rasa penasaranku pada gulai sapi di pintu doraemon itu. Perut meminta haknya, t...

Perjuangan Panjang Tugas Akhirku

Pandanganku tertuju pada tumpukan skripsi yang mulai menggunung di sudut pojok perpustakaan. Aku hanya bisa menelan ludah, miris rasanya melihat tumpukan skripsi tersebut, mengingat perjuangan yang harus ditempuh untuk menghasilkan sebuah penelitian ilmiah. Sepertinya itu skripsi lama, entah milik alumni tahun berapa. Posisinya mulai tergantikan oleh skripsi terbaru yang kertasnya masih bau percetakan. Tidak semua skripsi lama akan bernasib seperti itu, beberapa penelitian yang dinilai masih menarik akan tetap memiliki tempat di rak buku perpus. Teringat beberapa waktu lalu ketika seminar proposal, rata-rata teman-temanku mengambil penelitian dengan jenis sama seperti tahun-tahun sebelumnya, hanya diubah objek dan subjeknya saja. Ku pandang wajah para penguji, mereka tampak jengah dengan judul yang itu-itu saja, kasus yang sudah ketahuan hasil akhirnya, mengulang-ngulang, setiap tahun. Di sidang skripsi teman-temanku, perkataan yang tak jauh berbeda pun terdengar lagi, ...

Fall in Love with Library

Sejak MI selalu suka ke perpustakaan. Selalu suka suasananya yang hening, adem dan dihiasai puluhan buku-buku di rak. Begitu juga pas MTs di pondok dulu. Setiap istirahat pasti sempetin ngunjungin perpus, meskipun waktu stirahat cuma 30 menit, aku lebih memilih baca buku di perpus ketimbang ngantri buat jajan di syirkah. Sampai sekarang masih begitu, aku masih sering berkunjung ke perpustakaan. Di semester akhir lebih sering lagi karena aku cuma ngerjain skripsi aja kan. Meskipun skripsi ga kelar-kelar, tapi berdiam di perpus untuk membaca atau menulis adalah hal yang ga pernah bosan aku lakukan. Kalau liburan pun yang dikangenin adalah nongkrong di perpus, bercinta dengan ketentraman dan kedamaiannya. Sekarang pun gitu, meskipun liburan, aku tetep ke kampus buat ngunjungin perpus. Sekedar nulis, desain, baca buku atau mencari inspirasi. Karena kalau di perpus ada hawa-hawa rajin yang keluar, beda sama di rumah, hawa-hawa ngantuk yang selalu ada hehe. Bicara tentang perpu...

Nature Republik, Oh No

Setelah lama ga nulis, akhirnya mulai melirik blog ini lagi. Kali ini aku mau ngasih testimoni buat salah satu produk kecantikan yang lagi booming , nature republic . Katanya produk korea gitu dan kalau pakai ini bakal jadi glowing gitu wajahnya. Efek pengaruh komunikasi persuasifnya Suhai Salim yang begitu mendewa-dewakan nature republik, ditambah teman-teman yang juga pakai, aku jadi kepingin buat beli juga. Begitu tau kalau nature republik bisa dipakai buat apa aja, dari mulai kulit wajah, badan, rambut, kuku hingga bibir, jadilah yakin buat ikut beli waktu itu. Niat awalnya sih buat masker mata, karena kantung mataku besar dan hitam. Tapi semenjak liat testimoninya Suhai Salim jadilah aku pakai buat masker juga. Selama seminggu aku selalu pakai setiap hari dengan jumlah yang lumayan banyak, karena lihat Suhai Salim juga tumpeh-tumpeh gitu makenya yekan. *Korban beauty vlogger banget* :D Tapi setelah seminggu pakai buat masker ternyata kulitku iritasi, jadi merah gitu, ter...

Antara Usaha dan Doa

Sejak dulu aku selalu percaya ada kekuatan spiritual dalam setiap langkah kehidupan manusia. Kalau sedang jauh dengan sang pemilik kekuatan itu, pasti ada aja urusan yang terhambat. Aku akui, aku bukan orang pintar apalagi cerdas. Seringkali aku merasa kesulitan memahami materi pelajaran. Bahkan aku pernah sampai menangis karena tidak bisa mengerjakan soal matematika. Saat MI dulu aku baru satu kali menyabet rangking pertama, posisiku selalu ada di rangking kedua, kalah dengan kawan jeniusku, Nurma namanya. Dia bahkan selalu berhasil membuatku envy , dia bisa melanjutkan pendidikannya ke Insan Cendikia dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Dua lembaga pendidikan yang juga aku impi-impikan. Sedangkan aku? Setelah lulus MI aku harus melanjutkan pendidikan ke sebuah pondok pesantren. Paksaan dari kedua orangtuaku. Pernah aku marah karena nggak mau masuk pesantren, tapi ayahku malah mengancam "Mau bapak sekolahin ngga? kalau ngga mau pesantren yaudah ga usah sekolah" Ancama...

Menelusuri Kuliner Cirebon

Pertama kali denger nama "Cirebon" yang langsung terlintas di fikiranku waktu itu adalah udang rebon hehe. Aku kira Cirebon adalah daerah pesisir yang kaya dengan hasil kelautan, ternyata setelah mengunjunginya ngga kayak gitu hehe. Pekan lalu aku berkunjung ke rumah kawan di daerah Susukan, Cirebon. Di sepanjang perjalanan aku disuguhi pemandangan hamparan sawah hijau yang begitu menyejukkan mata. Begitu pula daerah Susukan. Betapa bahagianya bisa lihat sawah dari balik jendela rumah. Dududu Oya main ke Cirebon ngga lupa dong berburu kuliner khas Cirebon. Mumpung lagi di tanahnya kan, kapan lagi. Waktu itu aku nyobain beberapa kuliner Cirebon, diantaranya: Empal Gentong Kalau kamu menyusuri kawasan Cirebon, pasti banyak rumah makan yang menawarkan menu empal gentong. Diantara sederetan rumah makan yang menyediakan menu ini, empal gentong H.Apud dikenal paling legendaris. Berdiri sejak 1994, saat ini H Apud sudah membuka 3 cabang. Waktu itu aku makan empal gentong, ...