Langsung ke konten utama

Postingan

Jadi, Pesan Mana yang Kamu Laksanakan?

"Kamu sekarang kerja di Metro TV ya?" tanya kawanku, saat itu kami tak sengaja berpapasan di masjid dekat kampus "Iya," jawabku singkat "Kok kamu ga pernah keliatan di TV?" ia bertanya lagi "Iya, aku menjauhi syuhroh ," jawabku bercanda. Malas menjelaskan panjang lebar. Ia lalu mulai naik ke motornya "Mau ke mana?" aku gantian bertanya "Mau ngajar, kan ngelaksanain pesen Pak Yai, ngajar," ia menjawab berbangga diri, tapi masih sambil cengengesan. Aku mengerti apa maksudnya, tentu saja, ia menyindirku yang lebih memilih kerja di kantor, bukan mengajar, seperti pesan almarhum Pak Yai dulu. Aku hanya diam saja, tak membalas ucapannya, malas juga berdebat. Ia kemudian segera pergi. Aku juga, menghampiri abang yang menjemput, iya, abang gojek maksudnya. Bekerja di media memang terlihat tidak Islami, tidak seperti ustadz ustadzah yang ngajar di pesantren. Tapi bukan berarti aku meninggalkan pesan Pak Yai. Aku ingat ...

Tulisan Terbaik

Kata orang, tulisan terbaik adalah yang digoreskan tatkala jatuh cinta Maka, kuputuskan untuk menulis lagi Sebab hari ini ku sedang jatuh cinta Ya, kembali jatuh cinta Ah mungkin ini aneh, berkali-kali jatuh cinta pada orang yang sama Tapi aku tak pernah bosan Kita pernah begitu egois dengan sebuah rasa Tentang siapa yang lebih besar cintanya dan lebih besar perjuangannya Aku selalu berkata "Akulah orang yang paling mencintaimu di seluruh jagat raya" Tapi kau selalu bersikukuh "Sebesar apapun cintamu, pasti cintaku padamu jauh lebih besar" Ah, entah siapa yang lebih besar cintanya Atau jangan-jangan keduanya justru sama besarnya? Oh ya, tapi aku tahu satu hal yang sama kadarnya Kita berdua selalu takut kehilangan Tak peduli bila itu harus diungkapkan melalui kecemburuan Hei kamu, terima kasih telah hadir di hidupku Bekasi, 16 Februari 2020

Bakso B&B H.Masno, Terendes Se-Bogor Raya

Bakso merupakan salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia. Bahkan bakso bisa ditemui di setiap daerah Nusantara, begitu juga di Bogor. Nah buat kamu yang lagi mampir di Bogor, aku punya rekomendasi bakso endes di Bogor nih. Namanya Bakso B&B H. Masno, setauku bakso B&B punya beberapa cabang, yang aku tau ada di Caringin dan Lido, Bogor. Buat yang di Caringin lokasinya ada di Jl. Raya Mayjen HR Edi Sukma No 128, Caringin, di samping Azyro Chicken. Menunya banyak dan bervariasi, ada mie ayam juga. Tapi menu andalan di tempat makan ini adalah steak bakso. Untuk steak baso disajikan di atas hote plate layaknya steak lainnya. Selain steak bakso ada juga bakso beranak, bakso iga, dll. Tapi di sini ga ada bakso telor hehe. Kalau ini bakso iga. Ada tulang iga di dalam basonya. Dagingnya empuk, kuahnya seger, enak banget. Nah bagi yang suka pedes kalian bisa pilih bakso edan. Ada potongan cabe gitu di dalemnya. Untuk harga cukup terjangkau sih, sungguh terja...

Masa Lalu, Tak Pernah Lagi Berarti Bagiku

Betapa satu tahun dapat mengubah segalanya. Begitupun rasa. Bagiku masa lalu hanyalah sebuah jalan. Terkadang kita perlu melewatinya, tapi itu bukan tempat untuk singgah atau tempat untuk kembali. Betapapun ia meronta untuk memutar masa lalu. Aku tak akan pernah kembali. Biarlah itu menjadi sebuah memori perjalanan hidup. Bukan kisah untuk kuingat kembali. Semua kisah masa lalu sudah kusimpan rapat dalam box memori, bahkan kuncinya pun sudah kupendam dalam lautan terdalam. Perlahan ia bahkan menghilang ditelan samudera. Bagiku, masa lalu tak berarti lagi di hidupku. Ya, aku memang egois, tapi itulah caraku menjaga apa yang kumiliki saat ini. Karena aku sungguh tak ingin ia menjadi masa lalu di hidupku.

Es Krim Oen, Kuliner Jadoel Warisan Belanda di Malang

Liburan ke berbagai kota di Indonesia tentu tak lengkap tanpa wisata kuliner. Sebab setiap kota di Indonesia punya makanan khas masing-masing. Begitu pula dengan Malang. Nah buat pecinta es krim, toko Es Krim Oen bisa jadi salah satu destinasi wisata kuniler kamu nih.  Toko ini berlokasi di Jl. Jenderal Basuki Rahmat No 5, Kauman Kec Klojen, Kota Malang. Tidak jauh dari alun-alun Malang. Toko es krim Oen di Malang ini udah berdiri sejak 1930, masa-masa penjajahan dahulu. Dari segi rasa tergolong biasa aja sih. Bahkan es krimnya kerasa kayak es serut gitu, agak kasar dan kurang lembut kayak es krim umumnya. Mungkin karena mempertahankan rasa orisinilnya ya. Dan ketara banget sih pasti ini homemade. Harganya lumayan mahal menurutku, untuk kelas es krim yang rasanya B aja ya. Satu scoop es krim harganya Rp25.000, itu pun tanpa toping sama sekali. Untuk yang lebih bervariasi dan bertoping, harganya di atas 40K. Ini tampak dari bagian depan. Desain tokonya em...

Mungkin Kita Memang Tidak Cocok

"Mungkin kita emang ga cocok," kata-kata itu kembali keluar dari mulutnya. Entah untuk yang ke berapa kali. Sepertinya dia mulai lelah menghadapi sikapku. Ya, kita memang terlalu banyak perbedaan. Mungkin itu yang dia jadikan pertimbangan. Kita seringkali cekcok hanya karena masalah sepele. Sialnya akulah yang selalu menjadi pembawa masalah. Aku memang sering bersikap kekanak-kanakkan. Membesar-besarkan masalah yang sebenarnya sepele. Tapi aku bukan bermaksud mencari masalah, aku hanya ingin diperhatikan. Ya, kita memang terlalu banyak perbedaan. Dia selalu percaya diri, sedangkan aku selalu takut. Ia suka bicara di depan umum, sedangkan aku pengecut. Aku tak berbakat jadi pemimpin, tapi dia bisa. Aku selalu bergantung pada orang lain, sedangkan dia bisa menyelesaikan segala hal sendiri. Aku selalu banyak mengeluh dan berpikir, sedangkan dia selalu mengutamakan aksi. Dia selalu cuek, sedangkan aku selalu ingin diperhatikan. Aku selalu menimbang banyak hal dari kata2, seda...

Biasakanlah Menolong Sesama, Sekecil Apapun Pertolongan Itu

Sore ini aku galau sendirian di taman kecil sebuah mall. Baru saja membuka laptop untuk menulis, tiba-tiba seorang pria berkacamata menghampiriku. Ia mengaku mahasiswa Universitas Pancasila (UP). Ia berkeliling dari meja ke meja, berjualan bolpoin untuk menggalang dana sebuah acara organisasinya. “Kak boleh minta waktunya buat ngobrol sebentar?” Ia bertanya Aku mengangguk sambil tersenyum. Kemudian mempersilahkannya duduk. Ia mulai menyebutkan namanya, asal kampusnya, nama organisasinya, serta maksud dan tujuannya.  Setelah menjelaskan panjang lebar, akhirnya aku membeli sebuah bolpoin karakter. Kupilih bolpoin hijau dengan karakter baby groot, si makhluk akar mungil yang berhasil mengingatkanku pada seseorang yang entah bagaimana kabarnya sekarang. Melihat usaha mahasiswa itu, aku jadi teringat beberapa bulan silam, saat sedang freelance kerja sebagai tim survei di Bandara Soekarno Hatta. Sungguh, mencari responden tidak mudah. Tidak banyak orang yang mau digang...