Langsung ke konten utama

Postingan

Sendiri

Dalam keadaan tertentu, aku benar-benar merasa sendirian. Tidak tahu harus menumpahkan semua kegelisahan ini kepada siapa. Kadang, aku bertanya-tanya "Apa aku benar-benar punya kawan yang bisa mendengar semua keluh kesahku?" Semakin dekat menuju waktu pernikahan, aku jadi semakin takut dan ragu. Apakah jalanku sudah benar? Apa aku sudah sepenuhnya yakin dengan keputusan ini? Apa dia benar jodohku? Banyak sekali pikiran berkelumit di kepalaku. Tapi aku hanya bisa menangis sendirian di saat semua orang sudah terlelap. Aku sendirian, menangis dalam gelap.

Apa Itu Opini Publik?

Dalam buku "Komunikasi Politik: Khalayak dan Efek" yang ditulis Dan Nimmo, disebutkan bahwa opini publik adalah proses yang menggabungkan pikiran, perasaan, dan usul yang diungkapkan oleh warga negara secara pribadi terhadap pilihan kebijakan yang dibuat oleh pejabat pemerintah yang bertanggung jawab atas tercapainya ketertiban sosial dalam situasi yang mengandung konflik, perbantahan, dan perselisihan pendapat tentang apa yang akan dilakukan dan bagaimana melakukannya. Opini publik tidak muncul begitu saja, ia tumbuh dari opini pribadi. Opini pribadi merupakan kegiatan verbal dan nonverbal yang menyajikan citra dan interpretasi individual tentang objek tertentu di dalam setting, biasanya dalam bentuk isu yang diperhitungkan orang.  Agar opini publik dapat tersusun, opini pribadi harus disebarluaskan melalui kegiatan kolektif dengan lebih banyak orang. Sehingga opini itu bisa diterima dan dimiliki massa secara luas. Penyusunan opini publik dari opini pribadi ini melibatkan sa...

Warung Tuman BSD, Apakah Worth It?

Kemarin siang aku sempetin buat makan di Warung Tuman BSD yang berlokasi di Jl Ciater Tengah, Rt.4/Rw07, Ciater, Kec Serpong, Tangerang Selatan. Tempat makan ini lumayan terkenal dan ramai. Bahkan sudah banyak direview oleh para YouTuber dan banyak dijadikan konten di Tiktok. Oya yang unik, lokasi warungnya bener-bener di samping pemakaman umum. Entah kalau malam serem atau enggak hehe. Suasana Suasana dan nuansanya memang seperti pedesaan. Adem banget, banyak pohon rimbun termasuk pohon bambu, jadi betah berlama-lama di sini. Terasa seperti nostalgia kampung halaman.  Kursi di warung tuman berbentuk bale atau susunan kayu kayak di foto ini. Piring dan gelasnya juga khas banget, versi pedesaan. Mungkin kalau ditambah kendi untuk air putih bakal lebih asik. Warungnya ramai banget, sampe kadang pembeli harus nunggu pelanggan lainnya pulang buat dapet kursi kosong. Waktu itu banyak banget orang berduyun-duyun datang pakai mobil. Setiap kali satu gerombolan pelanggan pulang, gerombolan...

Membuat SKBN/SKPN di BNNP DKI Jakarta

Hi there! Kali ini aku mau berbagi pengalaman membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) atau Surat Keterangan Pemeriksaan Narkoba (SKPN) di Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta. Nah, SKBN biasanya dibutuhkan untuk persyaratan kuliah, melamar kerja, atau lainnya. Sebetulnya SKBN bisa dibuat di berbagai layanan umum lainnya, seperti Rumah Sakit atau kantor polisi. Tapi biasanya kalau di RS biayanya lumayan mahal, karena selain membayar alat tesnya, kita juga bayar registrasi dan dokternya. Maka dari itu, aku lebih suka cek langsung ke BNN karena biayanya lebih terjangkau. BNN sendiri ada di berbagai wilayah, ada BNN pusat, ada juga yang level provinsi. Nah kali ini aku mau sharing pengalamanku bikin SKBN di BNNP DKI Jakarta. Lokasi BNNP DKI Jakarta berlokasi di Jl Tanah Abang II No 102, Rt 9/Rw 3, Cideng, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10150 Untuk ke lokasi ini, kamu bisa naik KRL atau bis Transjakarta. Dari situ kamu bisa naik gojek aja ...

Jurnal - Day 4

Saat dia pergi, dia membawa separuh hidupku. Aku mencoba terlihat baik2 saja. Tapi sebetulnya aku menangis dalam kesendirianku. Tak apa jika ingin pergi. Tapi tolong kembalikan separuh hidupku. Setelah itu, biar waktu yang menyembuhkan. Aku harus tetap hidup. Meski tanpanya.. ## Pagi ini, aku bangun seperti tak bernyawa. Lemas sekali rasanya, perutku juga kram. Bukan karena lemas efek covid. Aku tahu, ini karena suasana hatiku yang tak baik. Belum pernah aku merasakan yang seperti ini. Sesak di hati hingga mencapai perut. Badan lemas dan tak bersemangat. Apa yang harus kulakukan hari ini?

Jurnal Hidupku- Hari Ketiga

Hari ini aku mencoba swab antigen setelah 14 hari purna isolasi mandiri. Hasilnya alhamdulillah negatif. Kondisiku juga sudah membaik, meskipun masih sering lemas dan pusing, mungkin ini efek darah rendah yang disertai long covid.  Suasana hatiku sebetulnya tidak begitu baik. Tapi aku menyembunyikannya. Aku juga tak bercerita pada siapapun. Tak apa, aku bisa menumpahkan keluh kesahku di blog.  Menurutku mendiamkan seseorang lebih dari tiga hari bukan perbuatan yang bijak. Aku mengerti jika kita membutuhkan waktu untuk menenangkan diri saat marah. Tapi terlalu lama mendiamkan seseorang justru hanya menimbulkan ketidakpastian. Bukannya lebih baik bicara dan menjelaskan? Sehingga aku pun tak bingung dengan keputusan yang harus kulakukan? Apa aku harus minta maaf lagi? Atau aku harus pergi saja?  Kalau memang harus pergi tak apa, aku tak ingin memaksa seseorang untuk terus bersamaku. Setidaknya, tiga hari ini bisa menjadi latihan untukku terbiasa hidup tanpa kabar darinya ata...

Jurnal Hidupku - Hari 2

Pagi ini aku membersihkan halaman dekat rumahku. Aku benci sampah plastik, ingin sekali lingkunganku bersih dari sampah plastik. Maka aku mulai dengan membersihkan sampah-sampah yang bertebaran di got depan rumah, kemudian baru menyapu sampah-sampah plastik yang sudah mulai menempel dengan tanah kebun samping rumah. Kesalnya, sampah plastik tidak juga hancur meski dimakan waktu.  Membersihkan sampah plastik memang hal sepele. Namun melalui aksi kecil ini aku ingin tetanggaku sadar bahwa membuang sampah sembarangan bukanlah hal bijak. Hari ini tubuhku masih sangat lemas, aku hanya mampu menyapu sepertiga halaman. Tak apa, besok bisa dilanjutkan. Hari ini entah kenapa tanganku juga tremor, gemetar sekali setiap kali menyentuh barang. Mungkin efek lemas. Sudah beberapa hari ini juga aku kehilangan nafsu makan. Bahkan bukan hanya nafsu makan, aku juga kehilangan indra perasa lapar. Meski sejak pagi belum makan nasi, tak ada rasa lapar. Hanya lemas saja. Menjelang malam,  tenagaku ...